
Coldplay Siap Menyapa Penggemar Di Puluhan Kota Baru
Coldplay Siap Menyapa Penggemar Coldplay terus mencatat sejarah melalui Music of the Spheres World Tour yang di mulai pada 2022. Tur tersebut telah membawa Coldplay tampil di berbagai benua selama beberapa tahun. Selain itu, rangkaian konser tersebut mencatat jumlah penonton yang sangat besar. Guinness World Records mencatat 13,2 juta tiket telah terjual hingga September 2025.
Rekor tersebut menjadikan tur Coldplay sebagai salah satu tur musik dengan jumlah penonton terbesar. Bahkan, pencapaian tersebut melampaui jumlah penonton akhir The Eras Tour milik Taylor Swift. Namun, angka tersebut merupakan catatan kehadiran tur, bukan klaim bahwa Coldplay memiliki pendapatan tertinggi.
Sementara itu, Coldplay juga mencatat sejumlah pertunjukan stadion dengan jumlah penonton sangat besar. Pada Januari 2025, mereka tampil di Narendra Modi Stadium, Ahmedabad, India. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu konser stadion dengan jumlah penonton terbesar pada abad ke-21.
Kemudian, Coldplay melanjutkan perjalanan tur dengan rangkaian konser di berbagai negara. Salah satu periode penting berlangsung di Wembley Stadium, London, pada 2025. Rangkaian tersebut mencapai sepuluh pertunjukan dalam satu tahun. Dengan demikian, skala tur terus memperlihatkan besarnya permintaan terhadap pertunjukan Coldplay.
Coldplay Siap Menyapa Penggemar namun, perjalanan Music of the Spheres belum sepenuhnya berakhir. Chris Martin menyampaikan bahwa masih terdapat 138 pertunjukan yang di rencanakan. Karena itu, perhatian penggemar kini tertuju pada kelanjutan tur setelah masa jeda.
Coldplay Menyiapkan Kelanjutan Tur Pada 2027 Untuk Menyapa Penggemar
Coldplay Menyiapkan Kelanjutan Tur Pada 2027 Untuk Menyapa Penggemar pada September 2025, Chris Martin memberikan informasi mengenai rencana kelanjutan Music of the Spheres. Saat tampil di Wembley, ia menyebut masih ada 138 pertunjukan dalam rencana tur tersebut. Selain itu, Martin mengatakan pengumuman pertunjukan 2027 akan menyusul setelah masa jeda.
Meski demikian, hingga September 2026 belum tersedia jadwal resmi untuk rangkaian tersebut. Situs resmi Coldplay saat ini menyatakan belum ada tanggal konser yang di jadwalkan. Karena itu, daftar kota dan stadion untuk kelanjutan tur belum dapat di pastikan.
Informasi tersebut penting karena sejumlah situs telah beredar dengan daftar konser 2027 yang belum terkonfirmasi. Oleh sebab itu, penggemar sebaiknya menunggu pengumuman melalui kanal resmi Coldplay. Langkah tersebut membantu menghindari informasi jadwal yang belum memiliki konfirmasi resmi.
Sementara itu, pernyataan mengenai 138 pertunjukan memberikan gambaran mengenai skala rencana lanjutan tur. Jumlah tersebut tidak berarti 138 tanggal sudah di umumkan kepada publik. Sebaliknya, angka tersebut merupakan informasi yang di sampaikan Martin mengenai rencana pertunjukan mendatang.
Dengan demikian, Coldplay masih memiliki agenda besar setelah jeda tur. Namun, lokasi dan tanggal pertunjukan berikutnya belum dapat di tulis sebagai jadwal resmi. Karena itu, informasi mengenai 2027 perlu di bedakan dari jadwal konser yang sudah di konfirmasi.
Di sisi lain, keberlanjutan tur memberikan ruang bagi Coldplay mempertahankan pendekatan konser berskala besar. Mereka sebelumnya telah mengembangkan berbagai teknologi untuk mengurangi dampak lingkungan. Pendekatan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari identitas Music of the Spheres World Tour.
Konsep Konser Ramah Lingkungan Tetap Menjadi Perhatian
Konsep Konser Ramah Lingkungan Tetap Menjadi Perhatian Coldplay merancang Music of the Spheres World Tour dengan sejumlah target keberlanjutan. Salah satunya adalah mengurangi emisi karbon langsung hingga 50 persen di bandingkan tur stadion sebelumnya. Pada 2024, Coldplay melaporkan pengurangan emisi langsung sebesar 59 persen berdasarkan perbandingan per pertunjukan. Angka tersebut telah di verifikasi oleh MIT Environmental Solutions Initiative.
Selain itu, konser menggunakan kombinasi teknologi energi terbarukan dan sistem baterai. Panggung dapat menggunakan energi dari panel surya dan baterai yang dapat di isi ulang. Bahkan, energi dari aktivitas penonton turut di manfaatkan melalui lantai kinetik dan sepeda pembangkit listrik.
Kemudian, Coldplay juga menggunakan biofuel HVO pada sejumlah kebutuhan transportasi dan generator. Menurut informasi tur, penggunaan tersebut dapat mengurangi emisi dari bagian transportasi tertentu hingga 75 sampai 95 persen. Sementara itu, penerbangan juga di kaitkan dengan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Konsep keberlanjutan juga di terapkan pada gelang LED yang di gunakan penonton. Gelang tersebut di buat dari material berbasis tumbuhan yang dapat di komposkan. Selain itu, produksinya telah di kurangi melalui pengumpulan dan penggunaan kembali gelang setelah pertunjukan.
Coldplay juga mendukung sejumlah proyek lingkungan melalui program restorasi alam. Program tersebut mencakup penanaman pohon, konservasi, pemulihan tanah, dan perlindungan ekosistem laut. Hingga laporan tertentu, mereka telah mendukung 58 proyek penanaman di 24 negara.
Dengan demikian, kelanjutan tur Coldplay tidak hanya berkaitan dengan jumlah pertunjukan. Aspek lingkungan juga menjadi bagian dari perencanaan konser. Namun, jadwal 2027 masih menunggu pengumuman resmi. Karena itu, penggemar perlu mengikuti kanal resmi sebelum mempercayai informasi mengenai tanggal baru Coldplay Siap Menyapa Penggemar.